Kebutuhan gizi anak

Cermati Kebutuhan Gizi Si Buah Hati


Kebutuhan gizi anak di usia balita bisa menjadi masalah bukan hanya karena faktor sosial ekonomi atau orang tua kurang menyediakan makanan yang memadai, melainkan pada usia tersebut anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang relatif cepat. Sementara di sisi lain daya tahan tubuh mereka masih rentan dan lebih mudah terinfeksi dibandingkan dengan usia anak-anak yang lebih tua.

Dalam kondisi tersebut dibutuhkan asupan zat gizi yang lebih banyak dan secara terus menerus, karena itu kebutuhan gizi anak-anak usia dibawah lima tahun harus menjadi prioritas utama bagi para ibu. Anak yang ogah-ogahan makan misalnya, bisa menjadi menjadi masalah serius jika dibiarkan berlarut-larut. Para ibu juga harus lebih memperhatikan nilai gizi, bukan hanya dengan memberikan makanan yang sekedar mengenyangkan perut bagi anak.

Kebutuhan gizi anak Timor Leste
Anak-anak ceria makan ransum mereka, selain disukai anak makanan juga harus bergizi.


Pemberian makanan yang bergizi akan sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Sebaliknya, makanan yang kurang gizi tidak saja dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhannya secara fisik tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan intelektualitas dan kejiwaannya.

Tidak hanya pada usia balita, sejak masih bayi dalam kandungan anak sudah membutuhkan gizi yang diperoleh melalui ibunya. Jika sang ibu di masa hamil mengalami kekurangan gizi, maka sangat mungkin proses tumbuh kembang bayi di dalam kandungan juga terganggu sehingga dalam kasus yang parah anak bisa dilahirkan dalam kondisi tidak normal. 

Zat gizi yang dibutuhkan manusia pada dasarnya adalah hasil dari suatu proses organisme dengan menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.

Karena itu gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kebutuhan gizi harus bisa terpenuhi sejak bayi masih dalam kandungan, anak-anak, masa remaja, hingga usia lanjut. Masa-masa rawan dan penting untuk diperhatikan adalah kebutuhan gizi ibu saat hamil dan masa tumbuh kembang anak dimana pada saat itu sedang terjadi proses perkembangan dan pertumbuhan otak.

Kebutuhan gizi anak
Terpenuhinya kebutuhan gizi menjamin kesempurnaan tumbuh kembang anak.


Zat gizi yang diperlukan anak-anak balita adalah karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energy bagi tubuh dan menunjang aktivitas anak yang mulai aktif bergerak. Mereka biasanya membutuhkan sebesar 1300 kal per hari. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energy sebesar 35 gram per hari.

Sedangkan mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, asam folat, zat besi, vitamin A,B,C,D,E, dan K. Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat. Sementara pertumbuhan fisik tubuh sedikit melambat, karenanya anak perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung pertumbuhan otaknya.

Bayi berusia di atas satu tahun membutuhkan lebih banyak zat gizi secara seimbang karena aktivitas mereka mulai meningkat dan sistem pencernaannya sudah berkembang. Selain itu bayi sudah mulai mengaktifkan gerak motorik yang sangat didukung oleh pertumbuhan dan perkembangan otak.

Pada usia 0-3 tahun pertumbuhan sel-sel otak berlangsung sangat cepat, tercukupinya gizi balita berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Sampai pada usia 4-5 tahun pertumbuhan tersebut akan mencapai tahap sempurna.

Kebutuhan gizi anak balita
Lima tahun pertama adalah masa emas bagi pertumbuhan anak

Selama masa 5 tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan fase terpenting yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak pada usia selanjutnya. Pada masa-masa inilah para ibu harus memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak harus selalu terpenuhi. 

Komposisi Kebutuhan Gizi Anak

Gizi Balita dalam pertumbuhan yang baik tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mental dan intelektualitas, sehingga proses pertumbuhan tersebut lazim disebut bukan saja sebagai proses pertumbuhan tetapi sebagai proses tumbuh-kembang. Menurut dr. Soedjatmiko, agar proses tumbuh-kembang dapat berjalan dengan optimal, seorang anak harus mendapatkan pemenuhan gizi balita dari 3 kebutuhan pokoknya, yaitu:

Pertama adalah kebutuhan fisik-biologis, berupa kebutuhan akan nutrisi (ASI, Makanan Pengganti ASI atau MP-ASI), imunisasi, serta kebersihan fisik dan lingkungan.

Kedua, kebutuhan emosi berupa kasih kasih sayang, rasa aman dan nyaman, dihargai, diperhatikan, serta didengar keinginan dan pendapatnya. Kebutuhan ini memiliki peran yang sangat besar pada kemandirian dan kecerdasan emosi anak.

Ketiga, yang tak kalah penting adalah kebutuhan akan stimulasi yang mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih ketrampilan berkomunikasi, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Stimulasi ini harus diberikan sejak dini karena memiliki pengaruh yang besar pada ragam kecerdasan atau multiple intelligences.

Ketiga kebutuhan gizi balita tersebut merupakan kebutuhan pokok yang saling terkait. Satu kebutuhan bukanlah substitusi kebutuhan yang lain, oleh sebab itu ketiga gizi balita tersebut harus terpenuhi untuk mencapai perkembangan otak dan pertumbuhan anak yang optimal. Karena apabila kebutuhan gizi balita berupa fisik-biologis tak tercukupi, tentu anak jadi sering sakit dan perkembangan otaknya pun tak optimal.

Lalu kalau kebutuhannya akan kasih sayang tak tercukupi, kecerdasan emosinya juga relatif rendah. Sedangkan jika stimulasi bermainnya kurang bervariasi, perkembangan kecerdasannya juga kurang seimbang. Dalam pengertian yang luas, asupan gizi balita yang diberikan harus seimbang pula dengan kebutuhan perkembangan psikologis dan intelegensinya.

Agar setiap hari gizi anak balita dapat terpenuhi melalui makanan untuk kebutuhan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan fisiknya secara optimal, maka pada prinsipnya komposisi makanan harus terdiri dari 55-67 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak, dan 13-15 persen protein.

Sumber zat pembangun diperoleh dari 4-5 porsi lauk-pauk ditambah sumber zat pengatur berupa vitamin dan mineral yang terdiri dari 2-3 porsi sayur dan buah. Komposisi gizi balita melalui makanan tersebut akan disempurnakan dengan kehadiran susu sebagai sumber zat tenaga yang juga mengandung berbagai komponen gizi balita yang penting, seperti DHA, AA, Sialic Acid, Sphingomyelin, protein, vitamin, dan mineral.

Kandungan gizi balita yang terdiri dari:
a.    DHA dan AA merupakan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata. DHA dan AA juga berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak, retina mata, serta proses metabolisme sel-sel syaraf dalam otak.
b.   Sialic acid (SA), bagian dari ganglion otak, berdasarkan penelitian memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan daya ingat anak.
c.    Sphingomyelin adalah suatu kandungan lemak di dalam otak, berperan sebagai kerangka penyusun membran sel serta banyak fungsi lainnya. Sphingomyelin berperan juga dalam pembentukan lapisan pelindung myelin, dimana myelin berfungsi untuk mempercepat rangsangan dari sel syaraf yang satu ke sel syaraf lainnya guna mengoptimalkan kemampuan otak dalam mengirim pesan.

Makanan kebutuhan gizi anak
Tercukupinya kebutuhan gizi anak tergantung pada pengaturan komposisi makanan.

Dalam rincian yang lebih sederhana dijelaskan oleh Marzuki Iskandar, STP. MTP, seorang ahli gizi untuk anak-anak balita “Konkretnya gizi balita berupa 3-4 porsi nasi atau penggantinya seperti bihun, mi atau roti yang merupakan sumber zat tenaga.” jelasnya. Sedangkan sumber gizi sebagai zat pembangun diperoleh dari zat pengatur berupa vitamin dan mineral yang terdiri dari 2-3 porsi sayur dan buah-buahan segar.


Tags : kebutuhan-gizi-anak



Artikel terkait “Cermati Kebutuhan Gizi Si Buah Hati” :
Agar Dapat Tumbuh Kuat dan Cerdas, Hindari Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini


Referensi dan foto artikel “Cermati Kebutuhan Gizi Si Buah Hati” :
01. Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Usia Di Bawah 5 Tahun
02. Pengaruh Gizi Terhadap Perkembangan Balita
03. Gizi Balita
04. Chickens and eggs come first for child health in Timor-Leste